Oleh Agust G.Thuru
Untuk Richard Eliezer
Puisi ini kurajut
Dengan kata-kata syukur
kularungkan ke langit
berharap sampai kepadamu
Tanganku terlalu pendek
untuk kuulur padamu
selembar tisu putih
menghapus air matamu
Air mata kemenangan
Air mata harapan
Sebab doamu dijawab Tuhan
Puisi ini adalah tanganku
tangan jutaan orang
menghapus keringatmu
saat engkau dihadapkan
dengan pilar hukum
dan jeruji tahanan
Dari sebuah sudut kota
di pulau Dewata
sku goreskan rasa
dalam bait-bait sajak
menyukuri kemenangan
atas proses peradilan
Richard Eliezer
kau potret kecil
digantung di alas kasut
kasut kuasa seorang jenderal
Di ruang peradilan itu
kau berjuang tanpa takut
teguh pada kebenaran fakta
Di luar ruang sidang
berjuta hati menaruh cinta
dan harapan untuk pembebasanmu
Puisi telah ditulis
karangan bunga telah terangkai
teriakan :Bebaskan Eliezer!
telah digemakan
hari ini sudah terjawab
Air mata syukur
telah kau tumpahkan
pengusung nuranimu
bersorak gembira
Tuhan mendengar
selaksa doa semesta
Tegakkan kepalamu
jalani hukumanmu
tetap jadi pribadi jujur
dan bila tiba saatnya
kau kembali ke markas Brimob
tetaplah jujur
membela kebenaran
Denpasar, 15.02.2023