
Dalam pesan untuk Ziarah Yubelium yang diselenggarakan oleh CHARIS, Layanan Internasional Pembaruan Karismatik Katolik, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Roh Kudus adalah sumber persekutuan, keharmonisan, dan persaudaraan.
Paus memulai pesannya dengan menyampaikan harapan terbaiknya untuk ziarah tersebut, yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 April. Perjalanan ke “jantung Gereja” ini, katanya, adalah kesempatan untuk menaikkan “Doa syafaat yang intens” bagi Gereja dan dunia.
Pada saat yang sama, Paus memberi tahu para peserta, “Pengalaman ini tidak dimaksudkan untuk Anda sendiri”.
Sebaliknya kata Paus, ini adalah pengalaman yang dimaksudkan untuk dibagikan kepada dunia sebagai sumber harapan dan kedamaian.
Karena itu, ia mendesak mereka yang mengambil bagian dalam ziarah Yubelium untuk menjadi “saksi dan seniman perdamaian dan persatuan”, yang selalu berusaha membangun persekutuan, dimulai dari kelompok dan komunitas Anda.
CHARIS didirikan pada tahun 2018 oleh Departemen Awam, Keluarga, dan Kehidupan Takhta Suci, dengan misi melayani gerakan Pembaruan Karismatik Katolik di seluruh dunia.
Dalam pesannya untuk ziarah tersebut, Paus membandingkan misi CHARIS dengan “jantung yang berdetak, memompa darah ke seluruh tubuh”, karena organisasi tersebut sangat berdedikasi kepada Gereja dan terbuka terhadap dimensi universalnya.
Kata Paus Fransiskus, Roh Kudus – yang menjadi fokus khusus komunitas karismatik Katolik – adalah sumber persekutuan, keharmonisan, dan persaudaraan.”
“Inilah tepatnya Gereja, yakni kemanusiaan yang baru dan telah didamaikan” tegasnya.
Paus menutup pesannya dengan mengungkapkan harapannya, ”Penghormatan yang Anda tunjukkan kepada para pemimpin Anda tidak pernah menjadi penyebab konflik.”
“Bersiaplah selalu untuk bekerja sama dengan orang lain, terutama dengan komunitas paroki Anda,” tegas Paus.
“Tuhan akan memberkati Anda dengan buah yang melimpah,” pungkasnya. (Vaticannews.com)
